Sapa pagi !!!

"SEKECIL APAPUN TINDAKAN PARA IBU AKAN MEMBUAT SEBUAH PERUBAHAN BESAR UNTUK KELUARGA, SEPERTI KEPAKAN SAYAP KUPU-KUPU BRAZIL YANG MEMBUAT ANGIN SEKUAT TORNADO DI TEXAS"

Sabtu, 30 Juli 2011

BELAJAR BUAT CERPEN

Someday in Megengan Day 
Megengan  ?? sapa yang tiap taun selalu nyempetin megengan kalo mau puasa.. Megengan apa sie ?? 
Sebenarnya sebuah tradisi masyarakat jawa menyambut Ramadhan dengan beragam versi, ada yang selamatan, acara-acara khusus, atau pengajian menyambut Ramadhan. Namun sepertinya ada versi lain lagi
tentang Megengan. 
“Megengan is walking-walking before Ramadhan .." kata di Sugeng , yang akhir-akhir ini sering gaya-gayaan pake english , gara-gara Pak Lik nya dari negeri jiran dateng,
nah looh habis beli motor baru pula
"Udah Coba di Try keeh motornya Geng " kata pak Lik Cahyo.
beh-beh pemborosan kata bener pak Lik nya Sugeng ini .
Akhirnya di ajaklah motor matic baru yang bintang iklannya BCL itu  muter-muter keliling ndungwuni.
Sepertinya lama sudah Pak Lik Cahyo , merantau ke Jiran sampai-sampai udah ndak kenal lagi dengan wajah Kedungwuni yang sudah berubah drastis , Kota Kecamatan di Pekalongan ini udah berubah jadi Hutan Finance, kok bisa yaa tiap 5 meter kok yo ada  perang spanduk menawarkan pinjaman uang jaminan BPKB . Mungkin karena orang Kedungwuni rata-rata adalah juragan yang selalu butuh tambahan modal untuk perputaran bisnisnya.
Sugeng yang merasa ndak nyaman di boncengin pak Lik Cahyo , akhirnya menawarkan diri jadi drivernya , biar bisa jadi penunjuk jalan. Setidaknya kalo capek bisa buat alasan untuk mampir minta traktir Taoto depan sebuah Apotik  , walau antrian agak panjang namun tak menyurutkan niatnya untuk bisa menikmati semangkok Taoto , apalagi Lik Cahyo, lidahnya sudah kangen dengan seger dan nikmatnya menyantap semangkuk Soto taoco kulinernya Pekalongan ini.
Satu lagi yang  bikin Sugeng dan Lik Cahyo semangat ngantri adalah pemandangan alam di sebrang jalan , mereka bisa sedikit melirik mbak-mbak pelayan warung bakso yang baru seminggu buka , warung bakso yang pakai konsep waralaba itu memang bikin Beda Pecinan Kedungwuni , bagunan pecinan yang biasanya surem karena catnya yang putih tulang bertahun-tahun tak ada perubahan dengan kusen-kusen pintu kayu  yang sudah rapuh , kini berubah jadi Rumah makan gaya modern dengan warna-warna cerah Hijau dan kuning , sementara  pelayannya pake seragam berwarna merah dengan topi pet pake celemek di ikat di pinggang  lenggok sana kemari dengan seyuman  manis. Bikin Sugeng ngerasa sedikit nyesel membelokkan motornya di warung Taoto, harusnya tadi minta di Traktir Lik Cahyo bakso , guman Sugeng .
"Geng , bioskop SEMAR dan CAKRA udah ndak ada to ? kata paklik  dengan suara sedikit tertekan karena mulutnya masih sibuk  menguyah  Lontong.
" wis gak ono Lik., wis suwiii.... udah jadi pabrik jean sama Ruko", kata si Sugeng menjelaskan. Ekspresinya ndak kalah seruu, sambil nyruput kuah taoto yang sepertinya over sambel , tangan kirinya mencoba menahan rasa pedas dengan sepotong krupuk ..hingga efek kriiuk itu terdengar nyaring bersautan dengan suara kriuuk-kriuuk dari penikmat Taoto yang lain.
O ..laa padahal banyak looh Film baru  Geng  , waah ra biso nonton Harry Potter Geng. 
pak lik ki, lebayyy dubaiii , Di Singapure aja baru minggu kemaren.. la kok garep di Kedungwuni ada Harry Potter , Sekarang nie Pak Lik , di Kota Pekalongan nggak ada Bioskop.. terakhir Atrium udah di sulap jadi Gedung pertemuan .. J
sejak Film Indonesia muncul judul aneh-aneh kita malah kehilangan tontonan padahal biasanya orang Ndungwuni ikutan latah kalo ada Film –film dengan judul Norak, ingat dulu waktu jaman SD selalu ada mobil BioskopKedungwuni  Keliling mempromosikan Filmnya Suzanna atau Roma Irama
 Tapi biarlah , dari pada mules melihat judul-judul Film sekarang  yang di paksa banget .
masak ada judul Pocong Ngesot, harusnya dunia Suster bisa protes mengajukan protes ke dept HAKi hihihi...
bisa-bisa besuk-besuk ada tuuh judul Gendruwo Bolong, atau Kuntilanak gundul bermain Yuyu . ..asal banget 
dari pada sok-sok kebarat-baratan kayak Pak Lik Cahyo, mending judul-judul Film itu jangan nanggung yaa kalo mau komedi yaa komedi aja jangan bau-bau porno plus hantu-hantuan. kayak beberapa Film barat  lucu juga kalo di bahasa ke jowo ala ndungwuni , pikir Sugeng.


Sementara Pak Lik Cahyo  masih menikmati semangkuk Taoto nya bahkan kali ini di mangkok yang ke dua .
Hari semakin siang Kedungwuni semakin rame. Kota kecil ini makin beranjak siang makin hidup dengan dinamisnya apalagi suasana menjelang Ramadhan , becak-becak pengangkut tumpukan batik, atau jean yang sudah siap di kirim lalu lalang di jalan, Toko-toko  Roti yang penuh sesak dengan motor-motor yang di parkir rapi , dengan beberapa orang yang keluar masuk mengusung  sekantung plastik besar berisi kardus-kardur Roti. Entah fenomena apa yang terjadi selain finance , Kedungwuni juga di banjiri Toko-toko roti di mana-mana , atau mungkin karena kecenderungan orang Kedungwuni sering slametan, yasinan, nariyahan , Tilik bayi, Tilik manten, Tilik Sunat, atau karena tradisi Golong dan Kiso , sego ( nasi ) nyumbang yang harusnya berisi nasi dengan pelengkapnya megono, Kacang tokol , telor dan Gereh gesek sudah di ganti dengan Sekotak Roti ? entah lah semua ini jelas-jelas bikin Lik Cahyo hampir tak mengenali Ndungwuninya lagi.
Saking Nikmatnya menikmati Taoto  Sugeng dan Lik Cahyo di kejutkan dengan  kedatangan seorang wanita Setengah baya berbaju  hijau , berkudung coklat , berbedak tebal dengan  polesan gincu pink , sandal dan tas bermote merah dengan handle plastik coklat berada di genggamannya. Terlihat ndak macing bila di pandang , namun tidak dengan Lik Cahyo, raut muka nya mendadak berseri-seri dengan mata berbinar-binar.
Pak Lik Cahyo kaget, ndak nyangka bakal ketemu dengan sosok wanita itu, yang ternyata adalah Tumini , mantan istrinya yang dulu minta cerai gara-gara pak Lik Cahyo pergi ke Jiran nggak pulang-pulang. ( ala bang Toyib )
sedikit melirik  Lik Tumini yang sedikit Keki dan Ke Ge Er an di sapa Lik Cahyo , Pak Lik segera ambil kesempatan pakai langkah tegap  menghampiri Bu Lik Tumini , Sugeng nggak tau apa yang di bicarakan  Bu lik tumini dan Lik cahyo bergeser menjauh dari gerobak taoto , sepertinya mereka terlibat perbincangan serius dan entah berakhir dengan kesepakatan yang kurang jelas di telingan Sugeng , tapi kemudian Pak lik buru-buru mengajak Sugeng pulang.
               Namun apesnya ternyata si Sugeng cuman di tinggal di depan sebuah Bank tempat kerumunan Tukang Becak sambil menyodorkan selembar uang lima ribuan sebagai ongkos  Sugeng  pulang naik Becak.
Dan Lik Cahyo memutar scuter matiknya menghampiri Lik Tumini yang masih nenteng tak kresek hitam isi Taoto.
Nah-nah kemana Lik Cahyo dan Lik Tumini , Oaalah sepertinya sedang terjadi CLBK ( Cinta lama belum kelaaar) ...antara lik cahyo dan Bu lik Tumini ,Abrakedubraak  yang lain pada Tutupan Pengajian, tutupan Tabungan ,Tutupan Apel  bila menjelang Ramadhan . ini malah baru tapu"an ...bisa-bisa habis lebaran si Sugeng jadi panitia inti second merit nya  Lik Cahyo dan Lik  Tumini.Ini namanya Teklek kecemplung kalen ( dari pada golek mending balen ).
“Lik-lik kenapa sie Lik,  ndak  memberi kesempatan untuk ponakanmu ini dulu,
 mencari pujaan hati “.
“ Pak Lik malah kayak Sinetron , mau Ganti Judul dengan pemain yang sama  “, geruttu Sugeng.
jadi ingat lagu nya Norman kamaru
" Tumini bojone Cahyo..Cahyo... Tumini bojone Cahyo..Cahyo..."... :) 
Megengan berkesan buat Lik Cahyo.... kramas sik lik sesu Posoooo …





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar